Musim Hujan Waspada DBD


Hai mom apa kabar nya? Sekarang sudah mulai masuk penghujan ya mom, biasanya nih awal-awal perubahan cuaca ini anak-anak rentan terserang penyakit.


Musim penghujan membuat khawatir mommy karena biasanya anak-anak mudah  terserang berbagai penyakit, seperti demam, batuk dan pilek. Kekhawatiran yang lebih menakutkan adalah musim penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue).

Penyakit ini penyebabnya adalah virus dengue yang dibawa nyamuk betina jenis Aedes aegypti. Saya pernah mempunyai pengalaman kk Akhdan anak pertama mommy3a dirawat karena riwayat penyakit DB.

Penyakit ini memang rentan menyerang anak-anak dan balita, karena sistem imun nya yang belum sempurna seperti orang dewasa.

3 minggu yang lalu mommy baru saja terkena musibah, ketiga anak sakit bergantian. Awalnya kk Akhdan pada hari Sabtu pagi tiba-tiba saat bangun tidur demam, lalu diikuti batuk-batuk siang hari nya. Karena punya riwayat step tidak menunggu waktu lama saya memutuskan membawa ke dokter malam hari nya, diagnosa dokter mengatakan kk terkena radang. Hanya berlangsung dua hari setelah minum obat Alhamdulilah  sembuh.

Setelah kk Akhdan sakit gantian kk Aldan yang demam sampai 39.4 derajat, sama seperti kk nya alhamdulilah hari kedua demamnya turun.

Baru saja saya tenang dan beristirahat sejenak merawat anak yang sakit, qadarullah hari Jumat Arfan demam.

Saat anak-anak demam biasanya pertolongan pertama yang saya lakukan adalah  dengan memberikan obat paracetamol, moms bisa pilih paracetamol seperti termorex yang mudah didapatkan di apotek.

Demam yang Arfan alami tinggi karena suhu nya mencapai 40 derajat, sempat panik karena Arfan pernah step juga tapi saya berusaha tenang. Karena Arfan suka histeris nangis kalau dibawa ke dokter, jadi saya mencoba menangani dirumah dulu sendiri. Saya melihat Arfan juga masih aktif bersemangat dan ceria. Tidak lemas dan pucat. 

Awalnya saya khawatir Arfan terkena DBD karena demam nya tinggi dan sudah 3 hari, tapi saya mencari info di website dan menurut artikel yang saya baca di Panduan Bunda gejala- gejala penyakitnya tidak mengarah ke DBD.

Arfan hanya demam saja, oleh karena itu saya hanya merawat Arfan dirumah karena Arfan tidak lemas, pucat, dan masih ceria. Dan Arfan juga cukup istirahat, minum banyak dan tetap mau makan. Dan saya memastikan setiap makanan yang dikonsumsi cukup nutrisi nya, agar tubuh nya cepat fit.

Setelah 6 hari demam nya naik turun akhirnya Arfan sehat, suhu tubuh nya sudah normal kembali.

Alhamdulilah yang sempat saya khawatirkan Arfan terkena DBD karena demam nya tinggi tidak terjadi. 

Musim hujan ini memang musim penyakit terutama DBD, karena banyak genangan air. Karena nyamuk mudah berkembang-biak. Oleh karena itu kita sebagai orang-tua khususnya moms dirumah harus lebih waspada mengawasi dan menjaga anak- anak. 

Para moms bisa lihat info mengenai kesehatan anak disini ya. Semoga anak-anak dan keluarga kita diberi kesehatan selalu, aamiin.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

8 comments:

  1. aamiin .
    alhamdulillah. sehat terus abang Arfan.

    ReplyDelete
  2. wah terimakasih sekali infonya bunda sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  3. Harus selalu sedia termorex dirumah ni..

    ReplyDelete
  4. Kalau anak demam memang ya bawaannya panik aja..Alhamdulillah 3A sudah sehat kembali. Senangnya jika ada info kesehatan yang bisa kita akses juga obat penurun demam terpercaya sebagai pertolongan pertama

    ReplyDelete
  5. Panduan Bunda emang bantu mom buat ga panik, aku langganan baca

    ReplyDelete
  6. Makasih infonya, Bunda. Penting banget nih, mengingat tingkat penderita DBD di Indonesia tiap tahunnya selalu tinggi

    ReplyDelete
  7. Iya kita memang harus selalu waspada DBD sekarang sedang mewabah lagi.

    ReplyDelete
  8. Tetap waspada dan berdoa semoga kita selalu diberi kesehatan ya..

    ReplyDelete