Cha-Ching Kid$ At Home Belajar Konsep Keuangan dari Rumah Dengan Menyenangkan

Percakapan mama dan kakak E di suatu sore sambil ngemil.

🧒: Mah beliin aku Lego baru lagi donk🤗

🧕: Lho kan belum lama ini habis beli Lego?

🧒: Iya mah yang kemarin itu sudah selesai dirakit, jadi aku mau beli yang baru lagi, boleh ya ma😚

🧕: Oke boleh sih beli lagi tapi nggak sekarang juga ya,kakak harus menabung dulu 😊

Siapa yang suka tiba-tiba migrain setiap anaknya minta beli Lego baru? ngacung ah☝️😂Mengingat harganya yang lumayan, jadi tidak bisa sering-sering membelikan kakak E mainan Lego. Walau ya memang mainan itu sungguh edukatif dan dapat meningkatkan kreatifitas anak. 

Sekarang karena kakak E sudah berumur 10 tahun jadi sudah lebih paham dan bisa dibilangin, sudah gak ada deh drama ngambek lagi gara-gara minta mainan tapi tidak langsung dibelikan saat itu juga. Beda waktu umurnya masih dibawah 5 tahun, masih susah dibilangin dan belum bisa diajak diskusi tenang masalah seperti ini, pokoknya kalau minta harus secepatnya beli.

Sekarang kakak E sudah lebih pengertian, dan sekarang dia juga sudah mulai memahami kalau untuk mendapatkan uang itu susah karena papa mama harus capek bekerja dulu. Melihat papa pergi kerja mama juga kerja dirumah atau bikin kue pesanan. Melihat mama nya kadang sampai harus begadang dan bangun lebih pagi jam 3 sebelum subuh kalau pesanan lagi agak banyak membuat dia lebih pengertian.

Mencoba menebak harga barang yang ada di dapur

Orang tua harus mengenalkan salah satu dari konsep keuangan sejak dini pada anak-anak, salah satunya adalah konsep menabung. Kebiasaan menabung harus dilakukan sejak dini, menabung mengajarkan anak tidak boros dan bijak dalam memakai uang.

Mengajarkan kebiasaan menabung sebelum membeli sesuatu yang diinginkan juga untuk menghindari drama anak ngambek kalau permintaannya tidak dipenuhi saat itu juga. Sebagai ibu dari 3 anak walau jarang sekali tapi saya pernah mengalami drama anak menangis di Mall karena minta dibelikan mainan tapi tidak dituruti saat itu juga. Pelaku drama ini adalah adek Ar, mungkin karena dia baru berumur 4 tahun jadi masih agak susah diberi pengertian. Mainan bukan kebutuhan pokok yang tentu saja saya tidak mempunyai budget rutin untuk dikeluarkan setiap bulannya.

Drama ngambek di Mall oleh adek Ar kadang membuat saya agak kewalahan. Berbeda dengan kakak E dan kakak Al yang sudah mengerti kalau mau membeli mainan harus menabung dulu, dan lagi mereka juga malu kalau menangis di tempat umum.

Cha-Ching Kid$ At Home 

Kembali ke konsep menabung, jadi menabung termasuk salah satu dari 4 konsep dasar keuangan yang diajarkan Cha-Ching Kid$ At Home.

Jadi pada hari Sabtu tanggal 27 Maret 2021 yang lalu saya dengan kakak E mengikuti Media & Bloggers Gathering Cha-Ching Kid$ At Home melalui aplikasi zoom.

Cha-Ching adalah program literasi keuangan pemenang penghargaan yang diluncurkan oleh Prudence Foundation pada 2011, bekerja sama dengan Cartoon Network serta Dr. Alice Wilder pakar edukasi dan psikologi anak ternama. Cha-Ching telah diimplementasikan di 13 negara di Asia dan Afrika.  

Cha-Ching mengajarkan 4 konsep dasar pengelolaan keuangan untuk anak usia 7-12 tahun yaitu:

  1. Memperoleh (Earn)
  2. Menyimpan (Save)
  3. Membelanjakan (Spend)
  4. Menyumbang (Donate)

Cha-Ching Kid$ At Home adalah upaya untuk memperkuat literasi keuangan anak-anak khususnya generasi Z agar mereka lebih siap menghadapi masa depan untuk mencapai kesejahteraan dan ketahanan finansial.

Cha-Ching Kid$ At Home diluncurkan tahun lalu karena ada pandemi, supaya orang tua tetap bisa mengajarkan dasar-dasar pengelolaan uang kepada anak di rumah. 

Cha-Ching Kid$ At Home sejalan dengan dukungan  terhadap Global Money Week (GMW) dari Prudential Indonesia. Tahun 2021 GMW diadakan mulai dari tanggal 22-28 Maret 2021, dengan tema "Take care your self, take care your money"  

Acara diawali Jens Reisch selaku President Director Prudential Indonesia yang mengatakan "Kami memahami bahwa anak-anak mulai membentuk kebiasaan finansial sejak usia 7 tahun". Jens Reisch berharap program Cha-Ching Kid$ At Home dapat mengajarkan literasi keuangan ke lebih banyak anak Indonesia sehingga tercipta komunitas yang tangguh secara finansial di masa depan.

Selain itu Alan J. Tangkas Darmawan selalu CEO Eatspring Indonesia mengatakan "Kami senang dapat menjadi bagian Cha-Ching Kid$ At Home karena program Cha-Ching sejalan dengan inisiatif #MoneyParenting kami yang bertujuan memberdayakan  orang tua dengan kepercayaan diri dan tahu bagaimana melatih anak mengelola keuangan yang sukses.

Prudential Indonesia berkolaborasi dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) untuk pelaksaan program Cha-Ching Kid$ At Home di Indonesia. Prudential bersama PJI telah melaksanakan program Cha-Ching sejak tahun 2012.  Hingga September 2020 Cha-Ching Curriculum telah diimplementasikan di 2.665 sekolah di  Sidoarjo, Trenggalek, Blitar, Jakarta dan menjangkau 4.828 guru dan 146.799 siswa Sekolah Dasar. Jika ditotal Cha-Ching telah menjangkau hampir 10 juta orang Indonesia melalui berbagai aktivitas dan saluran komunikasi (program pengajaran Cha-Ching, media sosial, kolaborasi dengan berbagai komunitas dan saluran TV nasional).

Pentingnya mengenalkan konsep keuangan untuk anak mulai dari usia 7 tahun agar ke depannya mereka bisa lebih bijak menggunakan uang mereka di masa depan nanti. 

Cha-Ching Curriculum saat ini menggunakan metode pembelajaran daring yang sesuai dengan kondisi saat ini (pandemi). Cha-Ching Kid$ At Home memungkinkan orang tua untuk mengenalkan konsep keuangan dengan cara yang interaktif dan menarik. 

Sesi Cha-Ching Kid$ At Home

Saat mengikuti sesi Cha-Ching Kids At Home hari Sabtu lalu kakak E diajak menonton video cerita keuangan sehari-hari personel band Cha-Ching di Breakout Room yang dipandu kak Sarwono. 

Sebelumnya yuk kenalan dulu dengan personel band Cha-Ching yang terdiri dari 6 personel ini, masing-masing personel memiliki karakter berbeda terutama dalam hal mengelola keuangan:

  1. Bobby adalah karakter yang sangat suka berbelanja hingga dia tidak menyadari kalau uangnya sudah habis.
  2. Justin karakternya sangat suka mencari uang. 
  3. Zul sangat suka bekerja keras dan menabung.
  4. Charity sangat suka membantu orang yang membutuhkan dan suka menyumbang.
  5. Pepper hobinya belanja, belanja dan belanja.
  6. Prudence adalah karakter yang pintar membuat perencanaan keuangan dengan baik.

Di setiap video yang ditonton bercerita tentang keuangan personel band Cha-Ching melalui lirik nya, lirik-liriknya menceritakan bagaimana mereka mengatasi mengelola keuangan. Dikemas dengan menarik karena lirik dan musiknya asyik didengar sehingga anak-anak menyukai materi pembelajaran Cha-Ching Kid$ At Home ini.

Jujur awalnya gak menyangka ternyata kakak E antusias banget saat mengikuti Cha-Ching Kids At Home ini bersama kak Sarwono di Breakout Room kemarin. 

Saat menonton video anak-anak juga sambil diajak mengobrol dan tanya jawab tentang bagaimana orang tua mereka mendapatkan uang? siapa yang bekerja mencari uang di rumah? lalu dibelanjakan untuk apa uang tersebut? Dan diberi pemahaman untuk menyisihkan uang dan menyumbang dari uang tersebut. 

Saat sesi tanya jawab dengan kak Sarwono anak-anak antusias sekali menjawab lho, misalnya saat ditanya:

🧔: Dari mana uang didapat? 

🧒: Ayah dan ibu harus bekerja / berdagang

🧔: Bekerja itu capek gak?

🧒: Capek kak

🧔: Karena bekerja itu capek maka kita tidak boleh boros ya, jadi harus belajar mengelola keuangan dengan baik ya.

Anak-anak juga diberi modul untuk diisi sendiri, modul Cha-Ching Curriculum ini terdiri dari beberapa lembar, lembar tebak harga peralatan kamar mandi dan dapur, lembar tantangan menabung, lembar kerja tantangan mengurangi belanja dan formulir janji untuk menyumbang. 

Saat disuruh menebak harga peralatan di dapur ini seru lho karena banyak tebakan kakak yang tebakannya jauh dari harga sebenarnya.  Misalnya saat kakak tulis harga microwave 500 ribu🤭wajar ya kalau salah, karena anak-anak memang belum tahu banyak harga barang kecuali harga mainan yang sering dia beli😆.

Walau anak-anak belajar tentang konsep keuangan, tapi karena caranya interaktif dan menarik jadi seru dan membuat mereka antusias.  

Tujuan Cha-Ching Curriculum

Memang penting ya mengajarkan kelola keuangan sejak dini pada anak-anak? Masih kecil koq sudah harus mengenal dan belajar konsep keuangan buat apa si? 🤔karena kebiasaan finansial yang baik sejak dini akan mempengaruhi ketahanan dan kesejahteraan finansial mereka di masa depan.

Dan sesi Cha-Ching Kid$ At Home ini tepat karena sebentar lagi kakak akan menyambut bulan puasa dan hari lebaran ya, biasanya kan anak-anak suka dapat uang "angpao" dari orangtua  dan kerabat. Walau pandemi anak-anak tetap ya lebaran dapat angpao🤭 seperti tahun kemarin, om dan tantenya mengirimkan melalui transfer bank.

Nah uang yang sudah terkumpul banyak itu mau dipakai buat apa? jangan sampai nih semua uang hanya dihabiskan untuk jajan dan beli mainan, sayang banget kan kalau tidak disisihkan untuk ditabung.

Konsep keuangan Cha-Ching Curriculum adalah mendapatkan (earn), menabung (save), membelanjakan (spend), dan menyumbangkan (donate).

Setelah mendapatkan uang, sebelum dipakai untuk belanja seharusnya kita sisihkan dulu untuk ditabung. Sisanya baru dipakai untuk belanja, jangan sampai uang hanya habis untuk belanja tapi tidak ada yang ditabung. Kakak kan sudah punya tabungan sendiri jadi nanti uangnya bisa disisihkan dulu ke rekening sebelum dibelanjakan, misalnya jika kakak ingin membeli mainan.

Lalu selain untuk belanja kita juga harus sisihkan uang yang kita dapatkan untuk menyumbang. Selama ini pemahaman kakak tahunya menyumbang itu hanya dengan uang misalnya saat amal amal shalat Jumat, dipengajian & disekolah. Atau donasi ke Rumah Yatim. Belum tahu tuh kalau menyumbang selain dengan uang bisa juga dengan waktu dan tenaga. 

🧒:Mah gimana caranya kita menyumbang pakai tenaga?

🧕: Misalnya saat membantu tetangga pindahan

🧑:Lho aku pikir itu membantu bukan menyumbang

🧕: Iya membantu bisa diartikan kita menyumbang tapi dengan tenaga kita.

Nah dari sesi Cha-Ching Kid$ At Home Sabtu lalu kakak E mendapat lebih banyak ilmu tentang konsep keuangan. Semoga Cha-Ching Curriculum ini ke depannya lebih menjangkau luas lagi anak Indonesia untuk tujuan jangka panjang mereka sejahtera finansial di masa depan.

Sesi terakhir setelah Breakout Room ditutup dengan sesi kuis Kahoot, nah kakak itu jiwa kompetisinya tinggi🤭. Jadi ingat waktu itu pernah dibawa ke suatu event ada lomba mewarnai juga dia bilang kalau harus menang, waktu itu akhirnya kakak menang walau bukan juara 1. 

Sama saat sesi kuis Kahoot kemarin juga kakak semangat dan konsentrasi banget jawab setiap pertanyaan, sampai akhirnya menang masuk 3 besar. Jadi kita berdua kerjasama menjawab kuis. Kakak yang menjawab pertanyaan dan mama yang mengklik dengan cepat jawaban di layar HP. Kakak senang karena menang kuis walau bukan juara 1. Padahal jawaban benar semua, hanya kalah cepat saat mengklik jawaban.

Well Sabtu lalu jadi weekend yang menyenangkan bagi kakak setelah mengikuti Cha-Ching Kid$ At Home dari rumah melalui zoom. Sesi ini semoga dapat menjadi bekal untuk meningkatkan literasi keuangan kakak.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

15 comments:

  1. Bermanfaat banget dimasa depan, belajar keuangan, menang jd juara pula kk E pasti happy :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener belajar konsep keuangan seperti menabung emang harus dari kecil ya Mak

      Delete
  2. bener banget ini. menabung emang harus dikenalnya sememenjak dini ya. biar jadi kebiasaan baik sampe dewasa kelak 👍

    ReplyDelete
  3. Iya.. Mom benar banget nih anak diajarkan untuk merencanakan keuangan sejak dini. Dan pasti seru dan bermanfaat banget nih webinar

    ReplyDelete
  4. Wah perbincangan di awal sama kaya perbincangan aku sama anakku hahaha. Perlu nih untuk membuka literasi finansial, biar anak lebih aware soal mengelola keuangaan.

    ReplyDelete
  5. ini simpel tapi penting ya buat anak. sekarang anakku masih TK, belum bisa ikut game itu.. tapi udah mulai aku ajarkan tentang pentingnya menabung dan konsep jual beli

    ReplyDelete
  6. Ahhh, seneng deh, ada edukasi keuangan dari dini.
    Anak juga perlu diajarin ya untuk berjuang mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Jadi ngga cuma ngandelin ngerek gitu. Keren, suka sama artikelnya, Mba.

    ReplyDelete
  7. program yang menarik banget nih buat mengajarkan literasi ekuangan sama anak dengan cara yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  8. Ini seru banget sih programnya, jadi anak tuh bisa belajar juga ya bagaimana mengatur keuangan. Kalau sehari-hari di rumah masih aku ajarin nabung dan mencatat berapa pengeluaran jajan dia aja.

    ReplyDelete
  9. Bagus dan edukatif banget program cha ching ini. Jadi sejak dini anak sudah diberi pemahaman cara untuk memanfaatkan uang dan bagaimana mengaturnya.

    ReplyDelete
  10. Literasi keuangan buat si kecil emang perlu banget ya kak. Biar sedikit-sedikit gak tantrum kalau mau minta apa-apa gak dituruti..

    Aku udah mulai membiasakan Gendish buat nabung, kalau ada sesuatu yang dia inginkan. Alhamdulillah ampuh banget caranya buat ngerem dia, beli A, B, dan X

    ReplyDelete
  11. Anak jadi lebih menghargai uang ya karna tahu bagaimana pentingnya uang di kehidupan manusia sukur" mereka jadi lebih giat memabung

    ReplyDelete
  12. Wah keren bngt ya ada edukasi keuangan ke anak sejak dini supaya anak2 bisa mengelola keuangannya scara baik nanti saat dewasa

    ReplyDelete
  13. Acara yang menarik..
    Kebiasaan menabung dan membantu orang lain memang harus di biasakan dari kecil, agar anak lebih peka dengan sekitar

    ReplyDelete
  14. Konsep keuangan dengan menabung, memang teknik bagus untuk anak-anak belajar tentang keuangan ya kak, jadi inget waktu kecil begitu juga hehe

    ReplyDelete